CS onformula SMS onformula WA onformula SMS onformula

Ciuman Cupang di Leher, Berbahaya?

Disamping menimbulkan nuansa erotis saat bercinta, apakah benar ciuman cupang di leher berbahaya. Yuk cari tau!
1.112 pembaca

gambar Ciuman Cupang di Leher, Berbahaya?

Lelaki dan perempuan dewasa pastinya sudah tak asing lagi dengan yang namanya "cupang". Ya, ciuman kuat-kuat di bagian tubuh tertentu yang menimbulkan bekas kemerahan atau kebiruan. Cupang merupakan gigitan cinta yang biasanya diberikan untuk mengobarkan gairah bercinta pasangan. Tempat-tempat paling umum yang menjadi sasaran cupang adalah leher dan dada atau payudara. Cupang bisa dilakukan oleh pria kepada wanita pasangannya, atau pun sebaliknya.

Bekas cupang sebenarnya sama dengan memar yang dialami bagian tubuh saat terbentur benda keras. Memar akibat cupang biasanya terjadi di lapisan dermis karena pecahnya pembuluh darah kapiler (pembuluh darah kecil).

Yang membedakan dengan memar karena terkena benda keras, di bekas cupang tidak terdapat jaringan yang rusak. "Cupang lebih ringan karena tidak ada jaringan yang rusak hanya pecahnya pembuluh darah. Oleh karena itu cupang umumnya tidak sakit saat ditekan. Hanya alasan kosmetik saja yang mengganggu sesudahnya," kata dr Eddy dari Edmo Clinic Jakarta Selatan.

Disamping menimbulkan nuansa erotis dalam percintaan, cupang ternyata juga bisa membahayakan. Masa?

Iya betul. Mulai dari stroke hingga kematian ....
Dalam literatur medis New Zealand Medical Journal tahun 2010 pernah mencatat, seorang pasien perempuan berusia 44 tahun dilarikan ke instalasi gawat darurat karena tangan kirinya tiba-tiba lumpuh.

Rupanya dokter menemukan memar vertikal kecil di leher yang merupakan bekas cupang yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Nah, dari sana dokter menyimpulkan bahwa ada gumpalan darah terbentuk sehingga memicu stroke ringan.

Kasus lain misalnya yang dialami Julio Macias Gonzalez (17), seorang pria dari Mexico. Dia meninggal karena stroke fatal yang menurut dokter dipicu oleh adanya sumbatan gumpalan darah. Gumpalan darah tersebut diduga terjadi saat sang kekasih memberikannya cupang di leher Julio. Isapan kuat pada daerah arteri membuat sel darah Julio menggumpal yang kemudian terbawa naik ke otak, yang akhirnya membuat dia meninggal.

Kasus kematian serupa juga pernah dilaporkan pihak kepolisian negara Selandia Baru, hanya korbannya adalah sang wanita. Kisah itu ditayangkan dalam salah satu segmen terkini The Doctors TV, Selasa (30/8/2016) tentang teknik cupang sebagai salah satu metode untuk ekspresikan nafsu birahi seseorang dewasa. Tayangan ini semakin menyedot perhatian banyak orang.

Rachel Ross, seorang dokter keluarga sekaligus pakar seks yang juga salah satu pembawa acara The Doctors TV, menerangkan bahwa teknik mencium yang meninggalkan bekas atau dikenal cupang bisa membawa dampak buruk dan mengkhawatirkan.

Rachel mengatakan “Teknik ciuman cupang atau gerakan bibir menyedot bagian leher pasangan dengan tenaga yang didorong sepenuhnya oleh nafsu sangat mungkin menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian arteri utama. Ini bisa memicu penggumpalan darah.” Rachel mengatakan itu sambil memberikan contoh teknik cupang menggunakan alat penyedot vacum cleaner yang dipraktikkan langsung pada leher rekan siarannya, Ian Smith.

Rachel menambahkan, “ciuman cupang amat mungkin menjadi alasan timbulnya gumpalan pada darah. Bila terbawa sampai ke jantung akan memicu stroke dari yang ringan menyebabkan kekakuan separuh bagian tubuh, hingga yang fatal seperti kematian."

Nah, jadi ... kalau mau memberikan hadiah cupang ....pelan-pelan saja!


order minyak lintah, neo ml super oil yang berkhasiat untuk membesarkan mr.p dan menyembuhkan enjakualsi dini

Artikel Lain:

Bagikan Artikel ini, Yuk!

Artikel yang Mungkin Anda Suka